Tuesday, April 27, 2010

Andaikan Film "Cowboys in Paradise" Tidak Tayang, Aku Tidak Tertangkap

Film Dokumenter yang baru booming saat ini, "Cowboys in Paradise", ternyata mendapat tentangan dari berbagai pihak, terutama warga Kuta.


Warga kuta merasa dicemarkan dengan adanya film tersebut, karena setting film tersebut banyak yang di ambil dari Pantai Kuta. Dengan adanya pengambilan Pantai kuta sebagai obyek utama maka warga merasa akan ada anggapan bahwa warga Kuta banyak yang menjadi Gigolo.

Walaupun sebenarnya, Ketua Adat Kuta tidak menampik ada yang berprofesi seperti itu tapi di film itu tidak ada satupun yang berasal dari Kuta.

Oleh karena itu untuk memulihkan citra Bali terutama Kuta, maka diadakanlah razia. Razia yang dilakukan Satgas ini berhasil menciduk 28 pria kekar di Pantai Kuta.

Kok yang ditangkap pria kekar ya? apa Gigolo identik dengan Pria kekar?  hmm bukan itu alasan Satgas menangkap Pria-pria kekar itu.  Penangkapan ke 28 pria kekar itu karena, mereka tidak memiliki identitas KTP dan identitas Pedagang.

Seandainya dari ke 28 pria kekar  yang tertangkap itu benar-benar ada seorang Gigolo, mungkin mereka akan bilang, "Andaikan Film Cowboys in Paradise Tidak Tayang, Aku tidak Tertangkap".

Kata-kata diatas memang hanya kemungkinan, tapi seandainya kita mau menalar dan berpandangan dari sudut Gigolo, Film Cowboys in Paradise tidak hanya merugikan Pariwisata Bali tapi juga merugikan pihak Gigolo Sendiri. Karena dengan adanya penentangan dan razia, mereka sekarang sudah tidak bisa bergerak secara leluasa dan tidak bisa melakukan aktifitas seperti dulu lagi.

Sekarang semuanya rugi kan, bagaimana dengan pendapat anda?

0 comments:

Post a Comment